Posts

Showing posts with the label PRAGMATIK

Cinta dalam berbagai Bahasa (perwujudan langge)

dalam linguistik kita tentu mengenal sign dan signified, nah dalam hal kaitanya dengan cinta prosesi penyataaan dapat dilakukan dengan berbagai cara, melalui symbol dan melalui ucapan. nah dalam hal ini kata yang kita ucapkan dapat berupa simbol juga, karena kata itu mempresentasikan sesuatu yang ada difikiran kita dan hati kita. dalam hal ini tentu Ferdinand de Saussure tahu banyak mengenai betapa pentingnya sign and signified "penanda dan petanda" . dalam citra linguistik keduanya menyatukan konsep dan citra linguistik menjadi sebuah, bahasa "langge" yang di gunakan banyak orang , tentu saja itu akan lebih memudahkan existensi dari fikiran-fikiran dalam diri manusia. sebagai contohnya dalam menyatakan cinta , ada dasar secara sintaksis yang harus di penuhi , yaitu pengucapan Subjek sebagai pelaku, kata dasar (cinta) itu sendiri sebagai kata kerja, dan objek . dalam hal ini secara syntaksis akan selalu sama,, yang saya maksud pola sintaksis dasar dalam pernyat...

Praanggapan, Implikatur, Entailment

Praanggapan:  sebuah tuturan dapat dikatakan mempraanggapkan tuturan yang lain apabila ketidak benaran tuturan yang di presuposisikan mengakibatkan kebenaran atu ketidak benaran tuturan yang mepresuposisikan tidak dapat dikatakan. tuturan yang berbunyi mahasiswa tercantik di kelas itu pandai sekali mempraanggapakan  adanya seorang masiswi yang berparas sangat cantik. apabila pada keyataanya memang ada seorang mahsiswa yang berparas sangat cantik dikelas itu, tuturan diatas dapat dinilai benar atau salahnya. sebaliknya, apabila dalam kelas itu tidak ada seorang mahasiswi yang berparas cantik, tuturan itu tidak dapat  ditentukan benar atau salahnya. tuturan yang berbunyi kalau kamu sudah samapai jakarta, tolong aku diberi kabar. jangan sampai lupa! aku tidak ada di rumah karena bukan hari libur . tuturan ini tidak semata-mata dimaksudkan untuk memberitahu si mitra tutur bahwsa ia harus melakukan sesuatu seperti yang dimaksudkan di dalam tuturan itu melainkan ada...

Pragmatik dan Aspek

Pragmatika   adalah cabang ilmu   linguistik   yang mempelajari hubungan antara   konteks   dan   makna . Ilmu ini mempelajari bagaimana penyampaian makna tidak hanya bergantung pada pengetahuan linguistik ( tata bahasa ,   leksikon , dll) dari pembicara dan pendengar, tapi juga dari konteks penuturan, pengetahuan tentang status para pihak yang terlibat dalam pembicaraan, maksud tersirat dari pembicara. Dalam mempelajari ilmu  Pragmatika , berbagai bahasa mempunyai ragam bahasa/variasi bahasa yang selalu menyesuaikan dengan konteks dan keadaan. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi variasi suatu bahasa, antara lain: ·         Faktor geografis: mempelajari di daerah mana bahasa itu dipakai ·         Faktor kemasyrakatan: mempelajari siapa yang memakai bahasa dan bagaimana latar belakang masayrakat yang memakai bahasa ·         Fa...

Semantik dan Pragmatik

Kajian Pragmatik levinson (1983) dalam bukunya yang berjudul pragmatics, memberikan beberapa batasan tentang pragmatik. beberapa batasan yang dikemukakan levinson antara lain mengatakan bahwa pragmatik adalah kajian hubungan antara bahasa dan konteks yang mendasari penjelasan pengertian bahasa. dalam batasan ini berarti untuk memahami pemakaian bahasa kita ditutntut memahami pula konteks yang mewadahi pemakaian bahasa tersebut. batasan lain yang dikemukakan levinson mengatakan bahwa pragmatik adalah kajian tentang kemampuan pemakai bahasa untuk mengaitkan kalimat-kalimat dengan konteks yang sesuai bagi kalimat-kalimat itu.  macam macam unsur dalam wacana pragmatik : 1. situasi            : keadaan 2. pembicaraan  : tokoh sentral 3. pendengar     : tokoh pendamping.  4. tempat          : latar/setting 5. waktu            : keaadaan saat terjadi 6. adegan     ...

Linguist Teaching : UNDO USUK (SPEECH LEVEL) / PRESUPOSITION DAN CONVENTIONAL IMPLICATURE

1.       Orang Jawa menggunakan system undo usuk (speech level) dalam interaksi sehari-hari ketika mereka berkomunikasi dengan orang yang berbeda latar sosial. Jarak sosial antar penutur menentukan bentuk bahasa yang digunakan, misalnya pada penggunaan system sapaan atau bentuk kata kerja yang digunakan. Jelaskan fenomena ini dengan menggunakan deiksis. Jawab: Deiksis didefinisikan sebagai kata, frasa, atau ungkapan yang rujukannya berpindah-pindah tergantung siapa yang menjadi pembicara, waktu, dan tempat dituturkannya satuan bahasa tersebut. Itu berarti bahwa penutur merupakan orang yang berperan penting dalam penggunaan deiksis yang dipengaruhi beberapa faktor seperti lawan bicara, waktu, dan tempat. Dalam kajian pragmatik, deiksis dapat dibagi dalam beberapa jenis misalnya deiksis orang (personal deixis), deiksis waktu (temporal deixis), dan deiksis tempat (spatial deixis). Ketika deiksis dikaitkan dengan fenomena penggunaan bahasa Jawa yang meng...