Posts

Showing posts with the label SEMANTIK

Relasi Sintagmatis dan Paradigmatis

Relasi Sintakmatis dan Paradigmatis dalam setiap kalimat bisa kita pecah berdasarkan relasi katanya baik berdasarkan sulihan atau sibtitusi sintagmatis ataupun paradigmatis. untuk pengertian sintagmatis dan paradigmatis dapat kita artikan secara literal sebagai berikut. sintagmatis adalah perubahan kelas kata itu berdasarkan jenis katanya secara mendatar atau sintagmatis, sebagai contoh :   "saya makan nasi"  " icha melahap kue" jadi kesatuan sintagmatis diatas membentuk suatu kepaduan kalimat yang bisa dimengerti berdasarkan susunan kalimatnya,  jika susunan secara sintakmatis diatas dirubah seperti halnya contoh ini: "nasi makan saya"  "kue melahap icha"  maka tidak ada makna yang secara literal dapat kita tangkap karena dari susunanya saja salah , dan itu tidak bisa membentuk suatu kepaduan kalimat (discourse cohesion), karena untuk membentuk suatu kepaduan kalimat atau (discourse cohesion) leksikal leksikalnya harus...

Fonologi, morfologi, sintaksis, semantik (Klasifikasi Bahasa dalam Studi Linguistik)

Studi linguistik mengklasifikasi bahasa dalam empat subsistem 1. subsistemfonologi 2.subsistem morfologi, 3.subsistem sintaksis, dan 4.sub sistem semantik subsistem fonolog i mempelajari satuan bunyi dan satuan fonem. subsistem morfologi mempelajari struktur intern kata dengan satua-satuan morfem sebagai pembentuknya. subsistem sintaksis mempelajari tata kalimat yang juga di dalamnya terdapat satuan pembentuk kalimat itu. subsistem semantik mempelajari makana. berbeda dengan tataran subsistem sebelumnya, satuan-satuan yang ada pada studi semantik berupa satuan-satuan yang ada pada tataran subsistem-subsistem yang lain. satuan-satuan yang menjadi objek pemahaman makana adalah satua-satuan struktural yang tercakup dalam ketiga subsistem itu. pertanyaanya, apakah satuan-satuan yang ada pada pada subsistem fonologi, morfologi dan sitnaksis selurauhnya menampilkan makna? pemilahan cakupa keempat subsistem dalam kaitanya dengan studi makan dapat ditunjukkan melalui anal...

Frasa: definisi para ahli

Frasa atau frase dapat didefinisikan sebagai kelompok kata yang terdiri dari dari dua kata atau  lebih. hal ini sebagaimana yang dikemukakan keraf (1984: 138) bahwa frasa adalah suatu  konstruksi yang terdiri dari dua kata atau lebih, kedua kata tersebut mempunyai fungsi sebagai inti , atau salah satunya saja yang berupa inti, namun bisa di pastikan kedua kata tersebut membentuk suatu kesatuan yang utuh.  dalam buku Prof. Ramelan (1987: 153) dalam bukunya berjudul, ilmu Bahasa Indonesia: Sintaksis mendefinisikan frasa sebagai sauan gramatik yang terdiri dari  dua kata atau lebih dan tidak melampaui batas fungsi unsur klausa. sementara yang di makasud Ramlan tidak melampaui batas fungsi  klausa adalah tidak memlampaui batas fungsinya di dalam kalimat apakah sebgai subjek, predikat, objek, pelengkap, atau keterangan Pateda (1988:89) dalam bukunya yang berjudul, Linguistik (Sebuah Pengantar) mendefinisiakan frasa sebagai kelompok kata yang nterdiri dari ...

Javanese Master of Ceremony (Pranatacara)

INTRODUUCTION it is traditionally applicable to javanese people whether or not they live in Javanese island to hold formal events, such as weddings for their douthter or son, corcumcision of their son , or even neighborhood meeting in javanesse. furthermore, in Tanjung Pinang , Riau isles and some other islands outside Java, ther is usually a Kampung Jawa (Javanese Comunity) in which  Javanese is still used as lingua france though only limited to ther elders. javanese young generation most often use indonesian as it facilitates their studies at schools. youngsters normally use javanese of ngoko (lowest) level for their informal chats.  in central Java and East Java ngoko javanese is still very much used among peers, nothing however, that their javanese varieties differ geographically. normally, Surakarta/ Yogyakarata variety is considered the standard javanese, since tht two cities represent significant regions for Javanese cultural heritage. the farer a region geograp...

Linguist Teaching : KONSEP STRUKTURALISME SEBAGAI PENINJAU KAIDAH TANDA DALAM KEHIDUPAN BERBUDAYA

Konsep Strukturalisme Sebagai Peninjau kaidah Tanda dalam kehidupan  B erbudaya Masyarakat I.Pendahuluan            Strukturalisme adalah cikal bakal dari ilmu yang termasuk didalamnya semiotic.Dalam kajian ini kita akan mempelajari tentang pengaruh strukturalisme dan fungsinya dalam memetakan tanda , dimana tanda tersebut   merupakan bagian dari bidang semiotic, dalam hal ini tentu sebelumnya   kita sudah tahu apa strukturalisme itu . strukturalismme adalah   adalah suatu konsep atau bisa kita sebut juga pemikiran yang menyatakan masyarakat dan kebudayaan mempunyai suatu struktur yang sama dan tetap , strukturalisme lebih membahas tentang praktek-praktek penandaan dimana makna merupakan produk dari struktur atau regulalitas diluar jangkauan manusia. Dalam tataran strukturalis tentu kita semua tahu bahwa pencetus dari aliran ini sendiri adalah Ferdinand de saussure dimana dia   memunculkan kajian...